foto alkiyan

Konsekwensi dari model fullday school adalah sebagian besar waktu peserta didik telah dihabiskan disekolah, sehingga kejenuhan sangat mungkin terjadi pada diri peserta didik sehingga dibutuhkan upaya untuk senantiasa kreatif mencari metode mengajar dari setiap pendidik. Penerapan metode mengajar pada SDIT adalah dengan kombinasi metode (Acceletared learning, Fun Teacing, Quantum Teacing dll) sehingga siswa tidak jenuh dan mudah memahami materi serta senang belajar.

Hal ini tentunya hanya akan didapat jika SDIT senantiasa melakukan riset untuk menemukan kretifitas baru dalam mengajar. Hal ini dapat dilakukan dengan Workshop internal dan eksternal, mendapatkan informasi melalui literature dan media sehingga nuansa pembelajaran menjadi hidup.  Selain itu suasana dan tempat pembelajaran harus selalu diadakan perubahan, agar tidak membosankan peserta didik seperti variasi setting kelas,  perubahan tempat duduk, hiasan sampai pemajangan karya siswa. Hal ini merupakan salah satu upaya agar siswa dapat belajar dengan maksimal. Belajar tak selamnya harus dikelas, tetapi juga dapat mencari alternatif tempat lain seperti, lapangan, taman, kebun, masjid, pasar tempat wisata dll. Karena dimanapun kita berada itu adalah tempat belajar yang menyenangkan sesuai dengan pokok bahasan yang sedang dibahas, sehingga dapat menimbulkan kesan yang menyenangkan baghi peserta didik.

Tugas pendidik bukanlah sekedar mentransfer ilmu, tetapi yang lebih utama adalah mendidik dengan penuh perhatian, cinta dan tauladan, dan pendidik adalah sebagai fasilitator yang akan mengantarkan peserta didik mampu mencari jati diri, menemukan cara belajar dan berahlakul karimah. Sistem sekolah terpadu selayaknya selalu berkembang dan meningkatkan kreatifitas untuk mengembangkan kualitas sehingga dapat mencetak generasi sebagai pemimpin yang berkualitas.